Versi Bahasa Indonesia

Kamu Sudah Utuh Sebelum Dunia Mengkotak-kotakkanmu

Ketika kamu masih merupakan jiwa yang melayang-layang, masih menjadi bagian dari energi alam semesta, Tuhan telah menitipkan sebuah talenta yang identik dengan identitas jiwamu. Bahkan sebelum ia bersatu menjadi bagian dari tubuh fisikmu, kamu sudah utuh — jauh sebelum dunia mencoba mengkotak-kotakkanmu dalam identitas yang dibuat agar kamu mudah ditebak, mudah dikontrol, mudah disetir.Jauh sebelum […]

Kamu Sudah Utuh Sebelum Dunia Mengkotak-kotakkanmu Read More »

Menemukan Diri di Antara Kebisingan Dunia 

> “Mungkin kamu merasa tidak pantas.  > Kamu merasa harus terus mengejar validasi dan penerimaan dunia.  > Tetapi semakin kamu berlari, semakin ada bagian dari dirimu yang hilang.” Kita hidup di masa di mana orang berlomba terlihat benar,  tapi lupa untuk benar-benar hidup.  Kita mencari pengakuan, seolah-olah cinta dan penerimaan orang lain bisa menambal kekosongan

Menemukan Diri di Antara Kebisingan Dunia  Read More »

Spiritual Narsistik dan Kecenderungan Menghakimi Orientasi Seksual Sesama Manusia

Kita hidup di zaman di mana orang bersembunyi di balik agama untuk memvalidasi egonya —mengukur kesucian dari seberapa keras mereka menghakimi orang lain. “Spiritual narsisisme adalah ketika seseorang menggunakan Tuhan untuk merasa lebih unggul, bukan untuk belajar menjadi rendah hati.” Manusia sering kali menganggap bahwa Tuhan adalah soal aturan fisik — tentang hal-hal yang terlihat,

Spiritual Narsistik dan Kecenderungan Menghakimi Orientasi Seksual Sesama Manusia Read More »

Topeng Kesucian dan Tameng ‘Manusia Biasa’: Sebuah Tragedi Rohani

“Defenisi manuasia biasa yang anda maksudkan itu seperti apa dan defenisi manusia biasa di mata Tuhan itu seperti apa?” Istilah ‘Manusia Biasa’ di lingkungan yang toxic sering dijadikan tameng untuk melanggengkan kebiasaan beracun yang telah mendarah daging—sebuah kenyamanan dalam kehancuran. Ironisnya, kata ini juga sering muncul dalam kotbah-kotbah gereja, sebagai justifikasi atas kebusukan hati, seolah-olah

Topeng Kesucian dan Tameng ‘Manusia Biasa’: Sebuah Tragedi Rohani Read More »

Gereja Seharusnya Menjadi Tempat Yang Melahirkan Manusia Beriman, Bukan Tempat Menyebarkan Roh Ketakutan

Satu minggu yang lalu, saya memutuskan untuk membuka sebuah kursus Bahasa Inggris di tempat di mana saya dilahirkan. Saya tumbuh dan menyelesaikan studi tingkat dasar dan menengah di kampung ini. Saya bertekad mengabaikan semua tawaran yang lebih menggiurkan terkait keahlian dan prestasi yang telah saya raih, dan mengambil inisiatif mandiri untuk mengajar di kampung ini.

Gereja Seharusnya Menjadi Tempat Yang Melahirkan Manusia Beriman, Bukan Tempat Menyebarkan Roh Ketakutan Read More »